Tribun Medan Wiki

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Medan

Gereja GPIB Immanuel Medan merupakan peninggalan masa Hindia Belanda. Bangunan Gereja GPIB Immanuel Medan ini telah dibangun sekitar tahun 1912.

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Tampak Samping Bangunan Gereja GPIB Immanuel Medan yang merupakan Gereja peninggalan Hindia Belanda, di Jalan Diponegoro no. 25-27, Madras Hulu, Medan, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (11/11/2019) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.com - Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Medan merupakan peninggalan masa Hindia Belanda.

Berdasarkan arsip lembaran Kenagaraan Belanda tahun 1912 Nomor 497, bangunan Gereja GPIB Immanuel Medan ini telah dibangun sekitar tahun 1912.

Gereja tersebut juga merupakan tempat peribadatan anggota-anggota Gereja Protestan di Hindia Belanda.

Dengan nama Indische Kerk atau Staatskerk, kemudian Gereja tersebut diserahkan oleh Walikota Medan dengan hak eigendom.

Indische Kerk atau Staatskerk dibangun dengan gaya bangunan Renaissance, dilengkapi dengan sebuah menara.

Gedung Gereja tersebut dihiasi dengan jam yang indah dan sebuah lonceng yang dapat didengar sejauh 3 km.

Sejarah Singkat Gereja GPIB Immanuel Medan

Keberadaan Gereja GPIB tak lepas dari masa keemasan Kota Medan di awal abad ke 19.

Latar belakangnya merupakan perpindahan residen Sumatera Timur dari Bengkalis ke Medan pada tahun 1886.

Kemudian, sejak saat itu terjadilah perubahan besar-besaran terhadap wajah Kota Medan.

Ketika Industri perkebunan Melayu pesat, dilakukan sebuah perjanjian kontrak antar Belanda dan pihak Kesultanan Deli.

Salah satunya ialah penyerahan landscap/tanah Kesultanan dengan Gemeente (Pemerintah Sumatera Timur), yang ditandatangani oleh Alm.

Sultan Ma'Mun Al Rasyid dan Burgemeester (Walikota) Medan pertama pada masa itu, Baron Daniel Mackay.

Ruangan dalam Gereja GPIB Immanuel Medan yang merupakan Gereja peninggalan Hindia Belanda, di Jalan Diponegoro no. 25-27, Madras Hulu, Medan, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (11/11/2019)
Ruangan dalam Gereja GPIB Immanuel Medan yang merupakan Gereja peninggalan Hindia Belanda, di Jalan Diponegoro no. 25-27, Madras Hulu, Medan, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (11/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Kemudian Baron Mackay mulai membangun infrastruktur Kota Medan, satu di antaranya sarana ibadah.

Pelaksanaan Ibadahnya dilaksanakan setiap hari Minggu, dengan jemaat di Gereja tersebut yang merupakan orang-orang Belanda dari Kota Medan, maupun orang yang bekerja di perkebunan dari berbagai pelosok daerah sekitar Kota Medan.

Semasa pendudukan tentara Jepang, gedung Gereja tersebut dipergunakan sebagai gudang.

Sehingga, para jemaat beribadah di gedung Gereja Gereformeerd (GKI sekarang).

Setelah perang dunia ke-2, gedung gereja ini juga dipergunakan oleh jamaah dari gereja Anglican (Inggris).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
23 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved