Tribun Medan Wiki

Dodol khas Tanjung Pura Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan yang Berkunjung ke Kabupaten Langkat

Apabila para wisatawan berkunjung ke Kabupaten Langkat, tak membeli dodol untuk oleh-oleh maka kurang pas. Sebab dodolnya memiliki keunikan tersendiri

Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar
Anggi tengah menjual dodol khas Tanjung Pura kepada dua orang wisatawan yang datang di kios dodolnya, di sepanjang Jalan Pangkalan Brandan - Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Senin (11/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUNMEDANWIKI.com - Apabila para wisatawan berkunjung ke Kabupaten Langkat, jangan lupa membeli dan mencicipi dodol khas Tanjung Pura sebagai buah tangan.

Apalagi dodol khas Tanjung Pura sangat berbeda dari dodol yang ada di kota lainnya.

Perbedaan tersebut dari ciri khas unik bungkusan dodolnya, yang menggunakan daun pisang kering.

Dodol dibungkus kecil-kecil dengan daun pisang kering, lalu diikat tali dan disusun menjadi satu rentengan dodol.

Satu rentengan terdapat lebih kurang 24 potongan dodol.

Dua orang laki-laki wisatawan lagi membeli dodol khas Tanjung Pura, di kios pedagang dodol yang terletak sepanjang Jalan Pangkalan Brandan - Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Senin (11/11/2019)
Dua orang laki-laki wisatawan lagi membeli dodol khas Tanjung Pura, di kios pedagang dodol yang terletak sepanjang Jalan Pangkalan Brandan - Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Senin (11/11/2019) (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Biasanya satu renteng dodol khas Tanjung Pura dibandrol seharga Rp 15 ribuan.

Sementara dodol dengan potongan-potingan kecil yang dibungkus dengan plastik kecil, akan di-packing menggunakan mika.

Untuk harganya juga dibandrol Rp 15 ribu dengan takaran berat 2 ons per pack.

Namun, untuk dodol yang ukuran beratnya 1/2 kg dengan rasa original, dibandrol harga senilai Rp 20 ribu.

Selanjutnya, dodol khas Tanjung Pura Kabupaten Langkat ini juga memiliki aneka rasa.

Ada varian dodol rasa durian dan rasa pandan.

Dodol aneka rasa ini dibungkus dengan memakai mika dan untuk harganya dibandrol Rp 25 ribuan per 1/2 kg.

Menurut masyarakat setempat, panganan dodol khas Tanjung Pura ini terbuat dari pulut yang digiling hingga menjadi tepung.

Lalu, dicampur santan kental dan gula aren asli.

Biasanya masyarakat setempat memasak dodol dengan bahan-bahan pilihan dan berkualitas.

Ini dilakukan agar dodol tak berkurang kelezatannya dan bisa tahan beberapa hari.

Oleh sebab itu, panganan dodol ini memang sangat pas menjadi buah tangan bagi wisatawan.

Dodol khas Tanjung Pura mampu bertahan selama beberapa minggu, bahkan hingga sebulan jika dikemas dengan baik.

Deretan kios Dodol yang terletak di sepanjang Jalan Pangkalan Brandan - Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Senin (11/11/2019).
Deretan kios Dodol yang terletak di sepanjang Jalan Pangkalan Brandan - Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Senin (11/11/2019). (Tribun-medan/ Aqmarul Akhyar)

Selanjutnya, proses mengolah dan memasak dodol khas Tanjung Pura, biasanya membutuhkan waktu lebih kurang 5 jam untuk menghasilkan panganan yang pulen berwarna coklat kehitaman ini.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
24 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved